|
|
|
|
| Hingga
April 30 April 1997, jumlah penduduk Propinsi Kumamoto dan Kagoshima
yang menyatakan diri sebagai korban Minamata disease berjumlah lebih
dari 17.000 orang, sebanyak 2264 diantaranya telah diakui oleh
Pemerintah dan 1408 diantaranya telah meninggal sebelum 31 Oktober 2000 |
|
|
|
1. Apa yang dimaksud dengan penyakit minamata?
Penyakit Minamata terjadi akibat banyak mengkonsumsi ikan dan kerang
dari Teluk Minamata yang tercemar metil merkuri. Penyakit Minamata
bukanlah penyakit yang menular atau menurun secara genetis. Penyakit ini
ditemukan pertama kali di kota Kumamoto pada tahun 1956 dan pada tahun
1968 pemerintah Jepang menyatakan bahwa penyakit ini disebabkan oleh
pencemaran pabrik Chisso Co., Ltd.
Metil merkuri yang masuk ke tubuh manusia akan menyerang sistem saraf
pusat. Gejala awal antara lain kaki dan tangan menjadi gemetar dan
lemah, kelelahan, telinga berdengung, kemampuan penglihatan melemah,
kehilangan pendengaran, bicara cadel dan gerakan menjadi tidak
terkendali. Beberapa penderita berat penyakit Minamata menjadi gila,
tidak sadarkan diri dan meninggal setelah sebulan menderita penyakit
ini.
Penderita kronis penyakit ini mengalami gejala seperti sakit kepala,
sering kelelahan, kehilangan indera perasa dan penciuman, dan menjadi
pelupa. Meskipun gejala ini tidak terlihat jelas tetapi sangat
mengganggu kehidupan sehari-hari. Yang lebih parah adalah penderita
congenital yaitu bayi yang lahir cacat karena menyerap metil merkuri
dalam rahim ibunya yang banyak mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi
metil merkuri. Ibu yang mengandung tidak terserang penyakit Minamata
karena metil merkuri yang masuk ke tubuh ibu akan terakumulasi dalam
plasenta dan diserap oleh janin dalam kandungannya. Panyakit Minamata
tidak dapat diobati, sehingga perawatan bagi penderita hanya untuk
mengurangi gejala dan terapi rehabilitasi fisik. Disamping dampak
kerusakan fisik, penderita Minamata juga mengalami diskriminasi sosial
dari masyarakat seperti dikucilkan, dilarang pergi tempat umum dan sukar
mendapatkan pasangan hidup.
2. Senyawa apakah merkuri organik itu?
Merkuri dikelompokkan menjadi merkuri anorganik dan merkuri organik
(metil merkuri). Logam merkuri adalah merkuri anorganik yang digunakan
dalam pembuatan lampu fluoresen, batere dan termometer. Metil merkuri
adalah merkuri organik yang berbentuk serbuk putih dan berbau seperti
belerang pada sumber air panas. Senyawa ini mudah terserap oleh organ
pencernaan dan dibawa oleh darah ke dalam otak, liver dan ginjal bahkan
ke dalam janin.
Merkuri anorganik dapat berubah menjadi metil merkuri karena
ditransformasi oleh bakteri di perairan misalnya Desulfovibrio
desulfuricans LS. Merkuri organik akan terserap oleh ikan dan kerang
melalui insang atau saluran pencernaan. Metil merkuri yang terbentuk di
perairan secara bertahap diakumulasi dalam tubuh ikan dan kerang dan
konsentrasinya berlipat ganda dalam rantai makanan biota perairan.
Contohnya merkuri dalam plankton diserap oleh ikan kecil dan jumlahnya
berlipat sesuai dengan jumlah plankton yang dimakan ikan, kemudian ikan
kecil dimakan oleh ikan besar dan merkurinya berlipat ganda. Beberapa
polutan seperti metil merkuri dan dioksin yang dilepaskan ke lingkungan
menunjukkan konsentrasi yang tinggi pada organisme yang menempati
puncak rantai makanan.
Methylmercuri dalam ikan tidak dapat direduksi dengan memasaknya karena
metil merkuri dalam ikan terikat erat pada protein dan pemanasan pada
temperatur yang biasa digunakan saat memasak kecuali jika ikan dibakar
pada suhu diatas 400 dan ikan akan menjadi arang.
3. Berapakah jumlah korban penyakit minamata
Hingga April 30 April 1997, jumlah penduduk Propinsi Kumamoto dan
Kagoshima yang menyatakan diri sebagai korban Minamata disease berjumlah
lebih dari 17.000 orang, sebanyak 2264 diantaranya telah diakui oleh
Pemerintah dan 1408 diantaranya telah meninggal sebelum 31 Oktober 2000.
Disamping itu 10.353 yang telah resmi dinyatakan sebagai
penderita/korban Minamata menerima ganti rugi sebagai kompensasi.
Sehingga jumlah penderita penyakit Minamata akibat keracunan merkuri
dilaporkan sekitar 12.617 orang. Akan tetapi jumlah sesungguhnya masih
belum diketahui secara pasti karena ada sebagian korban yang telah
meninggal dunia sebelum dikeluarkannya pernyataan resmi oleh pemerintah
dan terdapat pula sebagian korban yang enggan melapor karena malu.
Penyakit ini tidak hanya terjadi di Minamata. Tahun 1965 penyakit
Minamata menyerang warga yang tinggal di sepanjang Sungai Agano di Kota
Niigata akibat pembuangan limbah merkuri oleh Showa Denko. Penyakit ini
dikhabarkan juga terjadi di China dan Kanada. Sungai dan danau di Amazon
dan Tanzania juga tercemar merkuri dan menimbulkan masalah kesehatan
yang mengkhawatirkan.
4. Perusahaan apakah Chisso
Pabrik Chisso dimulai sebagai perusahaan energi hidroelektrik pada akhir
jaman Meiji. Pada tahun 1908 Chisso membangun pabrik karbit di Minamata
menggunakan energi listrik dan jauh sebelum memproduksi pupuk kimia
telah menjadi perusahaan utama di Jepang.
Perkembangan Chisso seiring dengan perkembangan Minamata. Populasi
penduduk terus meningkat dan Minamata menjadi salah satu kota industri
terdepan kota Kumamoto. Mantan direktur pabrik ini bahkan menjabat
sebagai walikota dan pengaruh Chisso pada pertumbuhan kota dan
ketergantungan masyarakat menjadi lebih kuat.
Disamping memproduksi pupuk kimia, Chisso memproduksi asam asetat, vinil
klorida dan pelemas plastik yang sangat penting dalam produksinya.
Chisso bahkan menjadi perusahaan yang pertumbuhan ekonomi Jepang
meningkat pesat pasca perang.
Sejak jaman Taisho (1912-1926), pencemaran laut oleh limbah Chisso telah
menjadi masalah. Walaupun begitu dalam tahun 1932-1968, Chisso tetap
menggunakan merkuri anorganik sebagai katalis untuk memproduksi
asetaldehid yang digunakan untuk membuat asam asetat dan pelemas plastik
dengan menghasilkan produk sampingan metil merkuri yang dibuang ke laut
tanpa pengolahan limbah hingga tahun 1966.
Bahkan setelah diketahui sebagai penyebab penyakit Minamata, Chisso
tetap menjalankan produksi. Dalam pengadilan pertama pada kasus penyakit
Minamata, sikap pabrik yang tidak peduli ini mendapat kritikan keras.
5. Bagaimana kondisi Chisso pada saat ini?
Perusahaan Chisso berpusat di Tokyo dan dua pabrik lainnya terletak di
Chiba dan Okayama selain di Minamata. Produk utama Pabrik Chisso di
Minamata adalah kristal cair, pengawet, bahan pelembab, pupuk kimia,
resin sintetis dan sebagainya. Pabrik di Minamata memiliki karyawan
sebanyak 660 orang sampai September 2000 dan masih menjadi industri yang
penting di Jepang.
Chisso memiliki hutang yang sangat besar untuk membayar kompensasi
korban penyakit Minamata. Sejak tahun 1975 kondisi keuangan Chisso
semakin memburuk. Karena terancam tidak mampu membayar hutangnya,
pemerintah pusat dan daerah Kumamoto memberi dukungan dana sejak tahun
1978 dengan jumlah 256,8 milyar yen hingga akhir Maret 2000 dan Chisso
harus mengembalikan sebesar 161,1 milyar yen untuk Pemerintah Kumamoto.
Jenis anggaran dan dana yang dikeluarkan
Jenis anggaran Jumlah dana termasuk bunga Keterangan
Anggaran untuk pasien 164 milyar yen Pembayaran kompensasi bagi pasien yang telah terdaftar
Anggaran untuk pengolahan lumpur 68,8 milyar yen Biaya pengolahan lumpur dan reklamasi pantai
Anggaran untuk rekonstruksi Chisso 12 milyar yen Dana untuk membangun Chisso
Anggaran pembayaran kompensasi bagi pasien yang belum terdaftar 12
milyar yen Pembayaran kompensasi bagi penderita yang belum terdaftar
exempted
Jumlah 256,8 milyar yen
6. Apa yang terjadi di Teluk Minamata?
Lumpur di Teluk Minamata mengandung merkuri di atas 25 ppm dipulihkan
dengan mengeruk sebagian lumpur dan mereklamasinya yang menghabiskan
48,5 milyar yen selama lebih dari 14 tahun. Biaya pemulihan ini
ditanggung oleh pemerintah Kumamoto. Akibatnya sebagian Teluk Minamata
diurug hingga menjadi daratan seluas 58 hektar. Kualitas air di Teluk
Minamata saat ini menjadi air yang paling bersih dan jernih di Kumamoto
dan masyarakat tidak takut lagi untuk berenang dan bermain di sana.
Untuk mencegah tersebarnya ikan yang terkontaminasi merkuri, pemerintah
memasang jaring isolasi di mulut teluk pada tahun 1974 dan mendata
nelayan yang menangkan ikan di sana. Chisso membeli ikan yang ditangkap
dari Teluk Minamata dan membuangnya.
Kandungan merkuri dalam ikan dan kerang di Minamata telah menurun sejak
Chisso berhenti memproduksi asetaldehid. Pada tahun 1994, pemerintah
Kumamoto menyebutkan bahwa tidak ada hewan yang mengandung merkuri dalam
jumlah melebihi ambang batas yang ditetapkan pemerintah yaitu 0,04 ppm
total merkuri dan 0,3ppm metil merkuri. Gubernur Kumamoto menyatakan
Minamata telah aman pada bulan Juli 1997 dan jaring isolasi dilepas pada
bulan Oktober, sehingga ikan dan kerang di Teluk Minamata telah aman
seperti ikan dari daerah lain yang tidak tercemar.
Meskipun jaring isolasi telah diangkat dari laut, pemantauan kandungan
merkudi dalam ikan dan kerang tetap dilakukan dua kali setiap tahunnya
selama tiga tahun ke depan. Data menyeluruh tentang laut Minamata
seperti kerusakan lingkungan yang sangat luas dan kesehatan penduduk
setempat perlu disampaikan ke seluruh dunia agar dapat belajar dari
kasus Minamata.
7. Ganti rugi apa yang diterima oleh para korban?
Penderita Minamatan dan Chisso membuat kesepakatan kompensasi pada bulan
Juli 1973 berdasarkan keputusan pengadilan pada Maret 1973 yang
menetapkan negosiasi langsung setelah persidangan. Korban yang telah
terdaftar menerima ganti rugi sebesar 16-18 juta yen dan mendapat
tambahan biaya pengeluaran tahunan untuk perawatan medis, biaya
perawatan, pemakaman dan perawatan berendam di air panas, dan akupuntur
. Disamping itu Chisso menggunakan bunga anggaran kompensasi untuk
membiayai pemenuhan perlengkapan penderita Minamata, upah perawat,
pembelian hadiah, terapi pijat dan transportasi ke rumah sakit. Bahkan
bagi penderita yang belum terdaftar dan mengalami mati rasa pada tangan
dan kaki akibat mengkonsumsi banyak ikan dan kerang, pemerintah Kumamoto
dan Kagoshima akan membayar pengeluaran medis yang tidak tertanggung
dalam asuransi kesehatannya serta untuk pengeluaran pengobatan lainnya
sebesar 17.200 sampai 23.500 yen perbulan sampai November 2000 dalam
Proyek terpadu pemulihan penyakit Minamata.
Setiap penderita Minamata baik yang telah meninggal maupun masih hidup
dan memenuhi persyaratan telah tercemar oleh metil merkuri (kecuali
korban yang telah terdaftar) bersedia untuk tidak menuntut Chisso lebih
lanjut dan menerima ganti rugi sebesar 2,6 juta yen.
8. Apakah keinginan pasien penyakit minamata?
Lebih dari 40 tahun telah berlalu saat penyakit Minamata mulai merebak.
Penderita Minamata 40 tahun adalah waktu yang harus mereka lalui dalam
penderitaan dan perjuangan. Apa yang diinginkan penderita Minamata
melalui pengadilan dan negosiasi melawan pemerintah dan Chisso adalah
akibat sakit hati dan kekesalan karena menjadi korban dan tidak
dipedulikan. Penderita juga mengharapkan kondisi korban untuk diperiksa
dan diobati. Yang paling berat dialami oleh korban Minamatan adalah
dikucilkan oleh masyarakat dan mereka menuntut untuk dapat dihargai
sebagai manusia dan warga Minamata.
Tidak ada pengobatan tuntas bagi korban Minamata. Korban pergi ke rumah
sakit untuk mengurangi gejala dan rehabilitasi. Ketika korban menjadi
semakin tua, jumlah orang yang dirawat semakin dan membutuhkan bantuan
perawatan di rumah semakin bertambah. Dalam masyarakat yang cepat menua
ini, penderita berharap untuk dapat hidup di masyarakat tanpa khawatir
dikucilkan masyarakat. Penderita yang dapat menggerakkan badannya agar
diberi kesempatan untuk melakukan apa yang dapat dilakukannya. Meskipun
berkebun dan mencari ikan adalah pekerjaan yang cukup berat, penderita
dapat melakukannya setelah menjalani rehabilitasi. Beberapa penderita
bekerja di perusahaan dan mereka telah beradaptasi dengan kondisinya.
Walaupun begitu penilaian dan salah paham pada penderita Minamata tetap
terjadi sehingga penderita tidak memberitahu orang lain bahwa ia
menderita Minamata bahkan kepada keluarganya sendiri. Tetapi penderita
lainnya malah dengan terbuka menceritakan perasaannya dan penderitaan
yang dialami sebagai korban Minamata dengan harapan tragedi Minamata
tidak akan terjadi lagi.
9. Apa yang dimaksud dengan Moyai Naoshi?
Moyai berarti bekerja sama dalam mengerjakan sesuatu. Penderita Minamata
memiliki program masyarakat Moyai Naoshi untuk menghadapi dampak
tragedi Minamata dengan menghadapi, memahami dan menggalang kerja sama
di Minamata dimana hubungan antar manusia dan hubungan manusia dengan
alam pernah hancur. Pada saat merebaknya penyakit Minamata, korban
Minamata dikucilkan dan tidak dapat berbaur dengan masyarakat yang takut
tertular penyakit. Walaupun pemerintah telah menyatakan bahwa penyakit
Minamata disebabkan oleh limbah pabrik Chisso, para penderita tetap
diacuhkan oleh masyarakat yang masih tergantung pada Chisso. Pengadilan
dan pembayaran kompensasi dipandang sebagai ancaman bagi keberlangsungan
bisnis Chisso.
Selain itu, penderita mengalami diskriminasi dan perlakuan yang kasar
saat pembayaran kompensasi. Sebagian warga yang menyatakan sebagai
korban dianggap pura-pura. Karena penyakit Minamata disebabkan oleh
Chisso yang menjadi tumpuan sumber keuangan Minamata, timbul kelompok
masyarakat yang menentang pernyataan korban dan merusak hubungan
masyarakat selama beberapa lama. Kesalahpahaman dan pertikaian warga
tidak menyelesaikan masalah, maka akhirnya pemerintah, masyarakat dan
korban Minamata mengadakan dialog untuk membangun kembali kota Minamata.
10. Pelajaran apa yang dapat kita petik dari penyakit minamata?
Penyakit Minamata terjadi karena masyarakat banyak mengkonsumsi ikan
yang terkontaminasi metil merkuri dari limbah pabrik Chisso dan
menimbulkan perpecehan di masyarakat. Penduduk Minamata telah menyadari
bahwa air dan makanan sangat penting bagi kehidupan, sehingga limbah
industri dan rumah tangga jangan sampai merusak lingkungan.
Produksi masal dan konsumsi masal membuat hidup lebih nyaman tetapi juga
menghasilkan limbah masal yang mengorbankan lingkungan dan kesehatan,
dikelilingi oleh asap, pupuk kimia, pengawet makanan dan bahan beracun
lainnya. Kita tidak boleh mementingkan kehidupan materialis tanpa
memperhatikan hubungan antar bangsa. Penyakit Minamata menunjukkan bahwa
manusia menyebabkan terjadinya masalah sekaligus menjadi korban dari
masalah yang dibuatnya sendiri.
Penyakit Minamata juga mengajarkan kebersamaan dengan alam bahwa kita
dapat hidup karena adanya alam semesta, membina hubungan dengan manusia,
sungai, laut dan membutuhkan makanan yang aman, perlu mengurangi limbah
rumah tangga dan industri serta berupaya melakukan daur ulang untuk
mengatasi berbagai masalah global. |
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar