Kamis, 15 Desember 2011

10 HAL TENTANG PENYAKIT MINAMATA


 Penyakit mengerikan di negeri sakura






Hingga April 30 April 1997, jumlah penduduk Propinsi Kumamoto dan Kagoshima yang menyatakan diri sebagai korban Minamata disease berjumlah lebih dari 17.000 orang, sebanyak 2264 diantaranya telah diakui oleh Pemerintah dan 1408 diantaranya telah meninggal sebelum 31 Oktober 2000


1. Apa yang dimaksud dengan penyakit minamata?
Penyakit Minamata terjadi akibat banyak mengkonsumsi ikan dan kerang dari Teluk Minamata yang tercemar metil merkuri. Penyakit Minamata bukanlah penyakit yang menular atau menurun secara genetis. Penyakit ini ditemukan pertama kali di kota Kumamoto pada tahun 1956 dan pada tahun 1968 pemerintah Jepang menyatakan bahwa penyakit ini disebabkan oleh pencemaran pabrik Chisso Co., Ltd.
Metil merkuri yang masuk ke tubuh manusia akan menyerang sistem saraf pusat. Gejala awal antara lain kaki dan tangan menjadi gemetar dan lemah, kelelahan, telinga berdengung, kemampuan penglihatan melemah, kehilangan pendengaran, bicara cadel dan gerakan menjadi tidak terkendali. Beberapa penderita berat penyakit Minamata menjadi gila, tidak sadarkan diri dan meninggal setelah sebulan menderita penyakit ini.
Penderita kronis penyakit ini mengalami gejala seperti sakit kepala, sering kelelahan, kehilangan indera perasa dan penciuman, dan menjadi pelupa. Meskipun gejala ini tidak terlihat jelas tetapi sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Yang lebih parah adalah penderita congenital yaitu bayi yang lahir cacat karena menyerap metil merkuri dalam rahim ibunya yang banyak mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi metil merkuri. Ibu yang mengandung tidak terserang penyakit Minamata karena metil merkuri yang masuk ke tubuh ibu akan terakumulasi dalam plasenta dan diserap oleh janin dalam kandungannya. Panyakit Minamata tidak dapat diobati, sehingga perawatan bagi penderita hanya untuk mengurangi gejala dan terapi rehabilitasi fisik. Disamping dampak kerusakan fisik, penderita Minamata juga mengalami diskriminasi sosial dari masyarakat seperti dikucilkan, dilarang pergi tempat umum dan sukar mendapatkan pasangan hidup.

2. Senyawa apakah merkuri organik itu?
Merkuri dikelompokkan menjadi merkuri anorganik dan merkuri organik (metil merkuri). Logam merkuri adalah merkuri anorganik yang digunakan dalam pembuatan lampu fluoresen, batere dan termometer. Metil merkuri adalah merkuri organik yang berbentuk serbuk putih dan berbau seperti belerang pada sumber air panas. Senyawa ini mudah terserap oleh organ pencernaan dan dibawa oleh darah ke dalam otak, liver dan ginjal bahkan ke dalam janin.
Merkuri anorganik dapat berubah menjadi metil merkuri karena ditransformasi oleh bakteri di perairan misalnya Desulfovibrio desulfuricans LS. Merkuri organik akan terserap oleh ikan dan kerang melalui insang atau saluran pencernaan. Metil merkuri yang terbentuk di perairan secara bertahap diakumulasi dalam tubuh ikan dan kerang dan konsentrasinya berlipat ganda dalam rantai makanan biota perairan. Contohnya merkuri dalam plankton diserap oleh ikan kecil dan jumlahnya berlipat sesuai dengan jumlah plankton yang dimakan ikan, kemudian ikan kecil dimakan oleh ikan besar dan merkurinya berlipat ganda. Beberapa polutan seperti metil merkuri dan dioksin yang dilepaskan ke lingkungan menunjukkan konsentrasi yang tinggi pada organisme yang menempati puncak rantai makanan.
Methylmercuri dalam ikan tidak dapat direduksi dengan memasaknya karena metil merkuri dalam ikan terikat erat pada protein dan pemanasan pada temperatur yang biasa digunakan saat memasak kecuali jika ikan dibakar pada suhu diatas 400 dan ikan akan menjadi arang.
3. Berapakah jumlah korban penyakit minamata
Hingga April 30 April 1997, jumlah penduduk Propinsi Kumamoto dan Kagoshima yang menyatakan diri sebagai korban Minamata disease berjumlah lebih dari 17.000 orang, sebanyak 2264 diantaranya telah diakui oleh Pemerintah dan 1408 diantaranya telah meninggal sebelum 31 Oktober 2000. Disamping itu 10.353 yang telah resmi dinyatakan sebagai penderita/korban Minamata menerima ganti rugi sebagai kompensasi. Sehingga jumlah penderita penyakit Minamata akibat keracunan merkuri dilaporkan sekitar 12.617 orang. Akan tetapi jumlah sesungguhnya masih belum diketahui secara pasti karena ada sebagian korban yang telah meninggal dunia sebelum dikeluarkannya pernyataan resmi oleh pemerintah dan terdapat pula sebagian korban yang enggan melapor karena malu. Penyakit ini tidak hanya terjadi di Minamata. Tahun 1965 penyakit Minamata menyerang warga yang tinggal di sepanjang Sungai Agano di Kota Niigata akibat pembuangan limbah merkuri oleh Showa Denko. Penyakit ini dikhabarkan juga terjadi di China dan Kanada. Sungai dan danau di Amazon dan Tanzania juga tercemar merkuri dan menimbulkan masalah kesehatan yang mengkhawatirkan.
4. Perusahaan apakah Chisso
Pabrik Chisso dimulai sebagai perusahaan energi hidroelektrik pada akhir jaman Meiji. Pada tahun 1908 Chisso membangun pabrik karbit di Minamata menggunakan energi listrik dan jauh sebelum memproduksi pupuk kimia telah menjadi perusahaan utama di Jepang.
Perkembangan Chisso seiring dengan perkembangan Minamata. Populasi penduduk terus meningkat dan Minamata menjadi salah satu kota industri terdepan kota Kumamoto. Mantan direktur pabrik ini bahkan menjabat sebagai walikota dan pengaruh Chisso pada pertumbuhan kota dan ketergantungan masyarakat menjadi lebih kuat.
Disamping memproduksi pupuk kimia, Chisso memproduksi asam asetat, vinil klorida dan pelemas plastik yang sangat penting dalam produksinya. Chisso bahkan menjadi perusahaan yang pertumbuhan ekonomi Jepang meningkat pesat pasca perang.
Sejak jaman Taisho (1912-1926), pencemaran laut oleh limbah Chisso telah menjadi masalah. Walaupun begitu dalam tahun 1932-1968, Chisso tetap menggunakan merkuri anorganik sebagai katalis untuk memproduksi asetaldehid yang digunakan untuk membuat asam asetat dan pelemas plastik dengan menghasilkan produk sampingan metil merkuri yang dibuang ke laut tanpa pengolahan limbah hingga tahun 1966.
Bahkan setelah diketahui sebagai penyebab penyakit Minamata, Chisso tetap menjalankan produksi. Dalam pengadilan pertama pada kasus penyakit Minamata, sikap pabrik yang tidak peduli ini mendapat kritikan keras.
5. Bagaimana kondisi Chisso pada saat ini?
Perusahaan Chisso berpusat di Tokyo dan dua pabrik lainnya terletak di Chiba dan Okayama selain di Minamata. Produk utama Pabrik Chisso di Minamata adalah kristal cair, pengawet, bahan pelembab, pupuk kimia, resin sintetis dan sebagainya. Pabrik di Minamata memiliki karyawan sebanyak 660 orang sampai September 2000 dan masih menjadi industri yang penting di Jepang.
Chisso memiliki hutang yang sangat besar untuk membayar kompensasi korban penyakit Minamata. Sejak tahun 1975 kondisi keuangan Chisso semakin memburuk. Karena terancam tidak mampu membayar hutangnya, pemerintah pusat dan daerah Kumamoto memberi dukungan dana sejak tahun 1978 dengan jumlah 256,8 milyar yen hingga akhir Maret 2000 dan Chisso harus mengembalikan sebesar 161,1 milyar yen untuk Pemerintah Kumamoto.
Jenis anggaran dan dana yang dikeluarkan
Jenis anggaran Jumlah dana termasuk bunga Keterangan
Anggaran untuk pasien 164 milyar yen Pembayaran kompensasi bagi pasien yang telah terdaftar
Anggaran untuk pengolahan lumpur 68,8 milyar yen Biaya pengolahan lumpur dan reklamasi pantai
Anggaran untuk rekonstruksi Chisso 12 milyar yen Dana untuk membangun Chisso
Anggaran pembayaran kompensasi bagi pasien yang belum terdaftar 12 milyar yen Pembayaran kompensasi bagi penderita yang belum terdaftar exempted
Jumlah 256,8 milyar yen

6. Apa yang terjadi di Teluk Minamata?
Lumpur di Teluk Minamata mengandung merkuri di atas 25 ppm dipulihkan dengan mengeruk sebagian lumpur dan mereklamasinya yang menghabiskan 48,5 milyar yen selama lebih dari 14 tahun. Biaya pemulihan ini ditanggung oleh pemerintah Kumamoto. Akibatnya sebagian Teluk Minamata diurug hingga menjadi daratan seluas 58 hektar. Kualitas air di Teluk Minamata saat ini menjadi air yang paling bersih dan jernih di Kumamoto dan masyarakat tidak takut lagi untuk berenang dan bermain di sana. Untuk mencegah tersebarnya ikan yang terkontaminasi merkuri, pemerintah memasang jaring isolasi di mulut teluk pada tahun 1974 dan mendata nelayan yang menangkan ikan di sana. Chisso membeli ikan yang ditangkap dari Teluk Minamata dan membuangnya.
Kandungan merkuri dalam ikan dan kerang di Minamata telah menurun sejak Chisso berhenti memproduksi asetaldehid. Pada tahun 1994, pemerintah Kumamoto menyebutkan bahwa tidak ada hewan yang mengandung merkuri dalam jumlah melebihi ambang batas yang ditetapkan pemerintah yaitu 0,04 ppm total merkuri dan 0,3ppm metil merkuri. Gubernur Kumamoto menyatakan Minamata telah aman pada bulan Juli 1997 dan jaring isolasi dilepas pada bulan Oktober, sehingga ikan dan kerang di Teluk Minamata telah aman seperti ikan dari daerah lain yang tidak tercemar.
Meskipun jaring isolasi telah diangkat dari laut, pemantauan kandungan merkudi dalam ikan dan kerang tetap dilakukan dua kali setiap tahunnya selama tiga tahun ke depan. Data menyeluruh tentang laut Minamata seperti kerusakan lingkungan yang sangat luas dan kesehatan penduduk setempat perlu disampaikan ke seluruh dunia agar dapat belajar dari kasus Minamata.
7. Ganti rugi apa yang diterima oleh para korban?
Penderita Minamatan dan Chisso membuat kesepakatan kompensasi pada bulan Juli 1973 berdasarkan keputusan pengadilan pada Maret 1973 yang menetapkan negosiasi langsung setelah persidangan. Korban yang telah terdaftar menerima ganti rugi sebesar 16-18 juta yen dan mendapat tambahan biaya pengeluaran tahunan untuk perawatan medis, biaya perawatan, pemakaman dan perawatan berendam di air panas, dan akupuntur . Disamping itu Chisso menggunakan bunga anggaran kompensasi untuk membiayai pemenuhan perlengkapan penderita Minamata, upah perawat, pembelian hadiah, terapi pijat dan transportasi ke rumah sakit. Bahkan bagi penderita yang belum terdaftar dan mengalami mati rasa pada tangan dan kaki akibat mengkonsumsi banyak ikan dan kerang, pemerintah Kumamoto dan Kagoshima akan membayar pengeluaran medis yang tidak tertanggung dalam asuransi kesehatannya serta untuk pengeluaran pengobatan lainnya sebesar 17.200 sampai 23.500 yen perbulan sampai November 2000 dalam Proyek terpadu pemulihan penyakit Minamata.
Setiap penderita Minamata baik yang telah meninggal maupun masih hidup dan memenuhi persyaratan telah tercemar oleh metil merkuri (kecuali korban yang telah terdaftar) bersedia untuk tidak menuntut Chisso lebih lanjut dan menerima ganti rugi sebesar 2,6 juta yen.
8. Apakah keinginan pasien penyakit minamata?
Lebih dari 40 tahun telah berlalu saat penyakit Minamata mulai merebak. Penderita Minamata 40 tahun adalah waktu yang harus mereka lalui dalam penderitaan dan perjuangan. Apa yang diinginkan penderita Minamata melalui pengadilan dan negosiasi melawan pemerintah dan Chisso adalah akibat sakit hati dan kekesalan karena menjadi korban dan tidak dipedulikan. Penderita juga mengharapkan kondisi korban untuk diperiksa dan diobati. Yang paling berat dialami oleh korban Minamatan adalah dikucilkan oleh masyarakat dan mereka menuntut untuk dapat dihargai sebagai manusia dan warga Minamata.
Tidak ada pengobatan tuntas bagi korban Minamata. Korban pergi ke rumah sakit untuk mengurangi gejala dan rehabilitasi. Ketika korban menjadi semakin tua, jumlah orang yang dirawat semakin dan membutuhkan bantuan perawatan di rumah semakin bertambah. Dalam masyarakat yang cepat menua ini, penderita berharap untuk dapat hidup di masyarakat tanpa khawatir dikucilkan masyarakat. Penderita yang dapat menggerakkan badannya agar diberi kesempatan untuk melakukan apa yang dapat dilakukannya. Meskipun berkebun dan mencari ikan adalah pekerjaan yang cukup berat, penderita dapat melakukannya setelah menjalani rehabilitasi. Beberapa penderita bekerja di perusahaan dan mereka telah beradaptasi dengan kondisinya. Walaupun begitu penilaian dan salah paham pada penderita Minamata tetap terjadi sehingga penderita tidak memberitahu orang lain bahwa ia menderita Minamata bahkan kepada keluarganya sendiri. Tetapi penderita lainnya malah dengan terbuka menceritakan perasaannya dan penderitaan yang dialami sebagai korban Minamata dengan harapan tragedi Minamata tidak akan terjadi lagi.

9. Apa yang dimaksud dengan Moyai Naoshi?
Moyai berarti bekerja sama dalam mengerjakan sesuatu. Penderita Minamata memiliki program masyarakat Moyai Naoshi untuk menghadapi dampak tragedi Minamata dengan menghadapi, memahami dan menggalang kerja sama di Minamata dimana hubungan antar manusia dan hubungan manusia dengan alam pernah hancur. Pada saat merebaknya penyakit Minamata, korban Minamata dikucilkan dan tidak dapat berbaur dengan masyarakat yang takut tertular penyakit. Walaupun pemerintah telah menyatakan bahwa penyakit Minamata disebabkan oleh limbah pabrik Chisso, para penderita tetap diacuhkan oleh masyarakat yang masih tergantung pada Chisso. Pengadilan dan pembayaran kompensasi dipandang sebagai ancaman bagi keberlangsungan bisnis Chisso.
Selain itu, penderita mengalami diskriminasi dan perlakuan yang kasar saat pembayaran kompensasi. Sebagian warga yang menyatakan sebagai korban dianggap pura-pura. Karena penyakit Minamata disebabkan oleh Chisso yang menjadi tumpuan sumber keuangan Minamata, timbul kelompok masyarakat yang menentang pernyataan korban dan merusak hubungan masyarakat selama beberapa lama. Kesalahpahaman dan pertikaian warga tidak menyelesaikan masalah, maka akhirnya pemerintah, masyarakat dan korban Minamata mengadakan dialog untuk membangun kembali kota Minamata.
10. Pelajaran apa yang dapat kita petik dari penyakit minamata?
Penyakit Minamata terjadi karena masyarakat banyak mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi metil merkuri dari limbah pabrik Chisso dan menimbulkan perpecehan di masyarakat. Penduduk Minamata telah menyadari bahwa air dan makanan sangat penting bagi kehidupan, sehingga limbah industri dan rumah tangga jangan sampai merusak lingkungan.
Produksi masal dan konsumsi masal membuat hidup lebih nyaman tetapi juga menghasilkan limbah masal yang mengorbankan lingkungan dan kesehatan, dikelilingi oleh asap, pupuk kimia, pengawet makanan dan bahan beracun lainnya. Kita tidak boleh mementingkan kehidupan materialis tanpa memperhatikan hubungan antar bangsa. Penyakit Minamata menunjukkan bahwa manusia menyebabkan terjadinya masalah sekaligus menjadi korban dari masalah yang dibuatnya sendiri.
Penyakit Minamata juga mengajarkan kebersamaan dengan alam bahwa kita dapat hidup karena adanya alam semesta, membina hubungan dengan manusia, sungai, laut dan membutuhkan makanan yang aman, perlu mengurangi limbah rumah tangga dan industri serta berupaya melakukan daur ulang untuk mengatasi berbagai masalah global.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar